Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 6, 2018

Kekalutan dalam secangkir Expresso

Gambar
“ Stop mi, kamu sudah banyak meminum expresso” Tangannya menahan tanganku yang memegang segelas expresso. “Aku salah apa sya? Bagaimana bisa semua itu terjadi? Aku tidak percaya Sya, sama sekali tidak!” Air matanya terus mengalir dipipinya. “Sya aku tidak pernah berpikir negatif sama dia sama sekali, bahkan ketika dia dibawa ke Rumah sakit saat itu, aku tidak pernah berpikir negatif dengan mereka berdua! Karena Kesehatan dia itu lebih utama dibanding pikiran burukku   maka aku akan membuangnya jauh-jauh sya, aku sadar aku tidak bisa selalu ada untuknya karena jarak. Aku kira jarak beratus-ratus meter tidak akan kalah dengan kepercayaan. Aku kira berbeda propinsi tetap akan menghangatkan komunikasi kita berdua. Aku kira....” Tangisannya membuat ia sulit berbicara, seketika dunia ini beku. Tiga hari yang lalu Mia tidak keluar dari kamar, tidak terkena sinar matahari. Dia memilih untuk tetap diam didalam menahan tangis yang sebenarnya tak tertahankan dan dinginnya tubuh yan...