Qili



Hmmm... Aroma Machiato, ku hirup  aromanya dan wah... dia memang tidak keliru dalam selera. Baiklah akan aku ceritakan “Qili-ku”

Aku adalah seorang prempuan yang sudah menikah dan mempunyai satu anak. Seorang prempuan yang sangat mungil, giginya baru tumbuh dua. Kaya kelinci ya hehehe,, lebih lucu dari kelinci. Kenapa? Karena dia manusia dan dia adalah anakku, kalau kamu gak percaya masuklah ke duniaku, betapa mengagumkannya bidadari bunda yang ini. Caranya masukkan kepalamu kedalam komuter dan lewati pintu blog ini hahaha.
            Dia adalah bukti cinta kami berdua, ah.. aku jadi rindu kala itu. Saat itu kita masih memakai seragam abu-abu, dia kakak kelasku, kebetulan jurusan yang kami pilih adalah sama. Dia sering kali bertingkah aneh didepanku, saat itu aku belum mengenalnya. Sebenarnya selalu aku ingin tertawa dibuatya. tapi aku bukan type prempuan mudah untuk menunjukan perasaanku yang sesungguhnya dan aku memilih diam dan tidak perduli.
            Tiga tahun di sekolah ia melakukan hal yang sama, gak jelas, absurd banget. Perlu kalian tau, aku tidak tau nama laki-laki itu sama sekali, aku pun tidak ingin mencari tahu, aku tidak tertarik sama sekali.
            Tahun ke empat aku pindah planet, tanpa sengaja kita bertemu dan selalu, tanpa aku menyapa atau sok asik, aku tau dia kaka kelas, dan aku bukan type prempuan yang peduli.
            Hingga pada suatu hari kita bertemu di ribuan barisan buku yang tertata pada kotak yang  terbuat dari bahan kayu. Tanpa sengaja kita bertemu dibarisan buku yang sama, dia menyapaku hanya itu dengan senyum bukan kekonyolannya lagi.
            Keesokan harinya tanpaku sadari, kita sering berkicau pada suatu medsos, hingga akhirnya aku memutuskan untuk membuka komunikasi dengan dia. Dia laki-laki yang cerdas, tapi dia menampilkan apa adanya. Hingga suatu hari..
“Aku suka kamu dari beberapa tahun lalu.” Mukanya memerah, karena ia berkulit putih mudah untuk aku lihat.
But..” aku terdiam
“I know you was broken heart. Aku tidak akan memaksa. Aku suka kamu itu saja”
“you don’t know!”
“I know, jatuhnya kamu dan tidak percayanya kamu terhadap kamu adam.”
“diamlah, semakin kamu berbicara seperti mantra buatku.”
“Forgive me”
“Aku sudah menyukai kamu, sebelum tau wajahmu, sebelum kamu mengenalku.” Lalu aku terdiam dan melanjutkannya kembali. “Kamu inget flashdisc yang kamu bersihkan virusnya dan orang lain tidak bisa termasuk guru TI.  FD itu ku titipkan pada temanmu.”
“Ya, aku inget.”
“Saat itu aku menganggumimu, cukup sederhana. Bahkan saat itu aku tidak tahu namamu dan siapa kamu. Sampai kamu melakukan kekonyolanpun aku tidak tahu jika kamu orangnya. Tapi sekarang aku tau.”
            Seperti itulah kisah kita, betapa indahnya mengenang wajahnya merah yang tersipu malu. Beberapa purnama kemudia kita semakin sering komunikasi, membahas hukum newton, sabda Nabi, psikologis dan bi darmi si penjual kangkung yang sebenarnya kita tidak tahu hahaha.. hal yang tidak penting kecuali kalimat sebelumnya, itulah faktanya.
“Drakula.” Aku berbisik padanya.
“Heh, kok gitu.” Ia mengerutkan dahinya.
“karena kamu terjaga di saat malam dan tertidur disaat siang haha.”
“baiklah monster, karena kamu terlalu menakutkan jika aku harus kehilanganmu hahaha”
            Setidaknya itulah cerita tujuh tahun yang lalu dan dia mengajak ku untuk memasuki planet dia dimana semuanya miliknya, begitupun aku yang menjadi miliknya. Indah sangat indah, dua tahun kemudian lahirlah bidadari kami yang mungil kulit putih, bermata coklat sipit seperti drakula, rambut yang lurus berwarna merah hati, badannya gemuk. Dia lah Qili ku, Qiliawarku mutiara Drakula dan Monster (dibaca: Mother jika kamu gak setuju no problem, karena kamu tetap sudah membaca blog ini)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

life

24jam