Aku, kamu, Cappucino dan Gayo
Aku berjalan menuju lorong kampusku yang terlihat gelap, bukan? Bukan, karena tidak ada lampu, namun saat itu memang tidak dinyalakan karena hari masih terlihat siang, dan sedikitnya cahaya matahari yang memasukinya. “Nya kamu mau kemana?” Suara seorang yang tidak asing bagiku. “Aku mau ke warung bawah kampus. Mau ikut?” Badanku berbalik menatap ke arahnya, hanya untuk melihat sosok yang berbicara denganku. “Mmmm...” Ia mengangguk dan kemudian mengikuti langkahku. “ Ok val .” Begitulah chat dari Zain. “Jadi Val?” Tanyaku. “Ya Nya.” Jawabnya dengan senyum. Setelah kami sesampai warung, kami duduk di dingklik yang berada di warung sebelah kampus. “Tumben kamu nggak di kantin Anya?” Tanyanya. “Ya, aku lagi lapar aja. Oh ya aku pesan cappucino ya kalau bisa besok ok.” Jawabku, dia seorang Barista di caffenya. “Aku sudah resign di caffe itu, aku lagi ingin istir...