Surat yang ingin aku sampaikan kepadamu



Biarlah orang mereka mengganggapku tenggelem di dasar lautan yang tidak mungkin muncul lagi di permukaan, biarlah. Aku tidak memperdulikan teori siapapun dan  apapun. Aku benar muak dengan diriku sendiri, entah apa sebabnya.
Sejak hari itu, hari dimana kau menggantikan ku dengan prempuan lain. Aku sudah tidak mempercayaimu lagi. Kamu pernah bilang kepadaku bahwa kamu akan membukntikan bahwa teori itu akan ada dan kau perlihatkan. Tapi nyatanya, kau memberikanku teori penghianatan? Begitukah maksudmu?
Sekian lama aku mencoba mempertahankan yang terbaik buat kita dan yang terbaik bagimu, tapi aku tidak melihat satu hasilpun yang aku perjuangkan sebelumnya, apa yang salah dariku? Apa aku memang tidak bisa memberi  kenyamanan lagi untukmu atau selama ini kamu sudah merasakan semua itu dan memilih diam dan pergi begitu saja tanpa pamit terhadapku.
Aku tidak mau menyalahkanmu. Tidak ingin sama sekali. Aku hanya ingin bertanya, apa yang menyebabkanmu berbuat seperti ini?
Namun, aku tahu kekuranganku yang begitu banyak. Dan mungkin tidak ada satu penyesalanpun atas kejadian yang terjadi diantara kita. Kamu tahu? Aku sudah menyiapkan gaun untuk hari wisudamu. Mungkin itu tidak penting buatmu, tapi penting buatku. Aku ingin hari bahagiamu, aku tampil lebih anggun untuk laki-laki yang ku cintai.
Tapi aku salah, gaun itu terbiarkan begitu saja. Aku merasakan angin telah membawamu pergi dengan prempuan lain dan kau pun memeluknya, kau tahu rasanya seperti apa? Sakit, seperti kamu menggorekan pisau tajam pada tubuhku.
Aku ingin lari, namun sejauh mana pun aku lari. Kau sudah ada di dadaku, di tubuhku dan perasaan ini. Maka semua rasanya sia-sia saja, meski pun aku berlari. Kau tahu bahwa aku benar-benar sayang padamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

life

24jam